Perwira menengah TNI AD dengan tiga kembang di pundak itu menambahkan, larangan nobar film "Pesta Babi" merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia tidak ingin gesekan sosial terjadi akibat isu sensitif yang bisa mengancam persatuan dan kerukunan warga Ternate.
Sebelum mengambil langkah antisipatif, Kodim 1501/Ternate telah berkoordinasi dengan Polres Ternate. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa kegiatan yang melibatkan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Ternate dan sejumlah organisasi mahasiswa tersebut belum mengantongi izin resmi dari kepolisian setempat.
Selain masalah perizinan, aparat juga mencermati materi dan tema kegiatan yang dianggap sensitif. Penggunaan judul film dan spanduk "Pesta Babi" dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan reaksi negatif, terutama jika dikaitkan dengan isu SARA serta konflik sosial yang pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut.
"TNI tidak melarang kegiatan diskusi selama dilaksanakan sesuai prosedur, memiliki izin, dan materi yang disampaikan tidak menimbulkan potensi konflik di tengah masyarakat," tegasnya.
Kolonel Jani menegaskan bahwa pihaknya tetap menghargai kebebasan berpendapat dan ruang diskusi bagi masyarakat, jurnalis, maupun mahasiswa. Namun, keselamatan dan ketenangan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Aparat keamanan bersama unsur terkait di Ternate terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan penyelenggara guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
Artikel Terkait
Amien Rais Bongkar Orientasi Seksual Teddy? Idrus Sambo Beri Klarifikasi Mengejutkan!
Amien Rais Siap Tanggung Risiko: Tudingan Liwath ke Teddy Indra Wijaya Guncang Istana?
Viral! Sri Bintang Pamungkas Tuding SBY Homoseksual, Netizen X Heboh – Ini Fakta di Balik Video 2 Menit
Kritik Amien Rais ke Teddy Indra Wijaya: Etika Politik Terlampaui, Serangan Pribadi Justru Bikin Publik Gerah!