Ia pun mengawalinya dengan membaca sebuah berita yang menyebut penunjukan tiga nama tersebut oleh NasDem, hanya untuk cek ombak.
"Saya melihat sebenarnya, politik NasDem itu politik toleh kanan toleh kiri, bukan politik lurus. Khas politik pragmatis sesungguhnya," kata Refly Harun dalam kanal YouTubenya, dikutip Rabu (22/07).
Refly pun menjelaskan maksud dari kata-katanya. Ia menyebut, dengan mengusung dua calon dengan elektabilitas tertinggi yang mewakili kutub yang berbeda, menunjukan NasDem sedang menerapkan politik pragmatis.
Artikel Terkait
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi