Tentu bukannya tanpa alasan, menurut Refly pemilihan tiga nama yang disebutkan tadi kental dengan strategi politik.
Strategi tersebut adalah mengusung dua nama besar di elektabilitas (Anies-Ganjar) yang mana representasi dari kelompok kanan dan kiri serta satu nama dari TNI.
“Pragmatisnya dimana? Yaitu mengusung dua calon terbesar elektabilitasnya yang mewakili kutub kanan dan kiri… atau in case there is worst scenario ada commandor in chief jadi TNI,” lanjut Refly.
Refly pun menyebut bahwa langkah politik NasDem yang seperti ini sangat penuh dengan perhitungan.
Baca Juga: Biar Pendukungnya Adem, Bagaimana Kalau Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Duet di Pilpres? Pengamat: Pendukungnya...
“Ini adalah langkah-langkah politik yang tentu penuh perhitungan,” tegas Refly.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?