Tentu bukannya tanpa alasan, menurut Refly pemilihan tiga nama yang disebutkan tadi kental dengan strategi politik.
Strategi tersebut adalah mengusung dua nama besar di elektabilitas (Anies-Ganjar) yang mana representasi dari kelompok kanan dan kiri serta satu nama dari TNI.
“Pragmatisnya dimana? Yaitu mengusung dua calon terbesar elektabilitasnya yang mewakili kutub kanan dan kiri… atau in case there is worst scenario ada commandor in chief jadi TNI,” lanjut Refly.
Refly pun menyebut bahwa langkah politik NasDem yang seperti ini sangat penuh dengan perhitungan.
Baca Juga: Biar Pendukungnya Adem, Bagaimana Kalau Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Duet di Pilpres? Pengamat: Pendukungnya...
“Ini adalah langkah-langkah politik yang tentu penuh perhitungan,” tegas Refly.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan
Rp3 Miliar untuk Pakaian Dinas? Gubernur Sumsel Buka Suara soal Anggaran Kontroversial Ini
Konflik Timur Tengah 2 Bulan, Menteri ESDM Buka Suara: Stok BBM Nasional Aman?