"Hal itu dengan sendirinya mencerminkan pemilih Indonesia," tambahnya.
Hanya saja, lanjutnya, dua partai tersebut selama ini belum pernah berkoalisi dalam mengusung capres.
"Oleh karena itu, dua partai ini perlu melakukan penjajakan sebelum final berkoalisi," ungkapnya.
Sayangnya, jika Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar peluangnya kecil.
"Karena PDIP merasa aman jika capres dan cawapres yang diusung mereka," jelasnya.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?