Penilaian itu terlihat karena Presiden Jokowi yang mendatangi Megawati.
Lalu, terlihat perbedaan kursi yang diduki Megawati dan Jokowi.
“Tempat duduknya tidak setara, seolah-olah Jokowi sedang menghadap Megawati. Kenapa kursinya tidak sama, sehingga memperlihatkan ada penghormatan,” tuturnya.
Meskipun begitu, Refly mengatakan bahwa publik belum tahu secara pasti apa yang dibicarakan dalam kegiatan itu.
“Kalau kita lihat kemarahan Megawati dalam pidato di Rakernas PDIP, kita bisa melihatnya sebagai sinyal bahwa Megawati bisa memecat siapa pun kader yang membangkang,” paparnya.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?