Sedangkan pihak yang akan mendukung penuh terkait pencalonan duet Anies Baswedan dan AHY ini adalah Partai Demokrat dan PKS.
AHY dan Demokrat menurut Refly tidak akan pikir-pikir lagi apabila duet itu benar-benar ditawarkan, sedangkan untuk PKS menurutnya akan meningkatkan elektabilitas partai.
“Yang sudah tidak pikir-pikir lagi pasti AHY dan pihak Demokrat. Kalau PKS ya barangkali mereka justru akan mendorong Anies karena barangkali akan mendongkrak elektabilitas mereka,” ujar Refly.
Menurut Refly, apabila koalisi yang secara komposisi keseluruhan berada luar istana sudah dibentuk, pilpres akan lebih menarik.
Baca Juga: Eks "Pasukan" Jokowi Mulai Merapat ke Anies Baswedan, Analisis Rocky Gerung Tajam Singgung Oligarki: Persiapan Menuju Istana!
Refly pun menyebut bahwa pihak istana lebih suka apabila Anies tidak maju di pilpres 2024. Hal ini karena mereka berharap yang maju adalah calon dari lingkar kekuasaan mereka saja.
“Barangkali Ganjar, Prabowo, dan Puan Maharani, bahkan Puan belum tentu juga. Jadi terbatas pada dua nama saja, Ganjar-Prabowo. Bukan tidak mungkin ada upaya untuk menyatukannya,” kata Refly.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?