Berbeda dengan Jokowi yang masih punya kuasa melalui tangannya sebagai presiden, Rocky menilai Ganjar saat ini tidak bisa melakukan “gertakan” ke Megawati dan PDIP.
“Kalau Jokowi bisa, Pak Jokowi punya peralatan, Ganjar pasti nggak bisa. Nanti juga ada tim yang pasti mulai membatalkan hasil survei Ganjar. Kan ini soal hasil survei yang bisa disogok kiri-kanan, dua-tiga amplop dibagi ke dua-tiga lembaga survei selesai Ganjar. Kita anggap saja Ganjar semacam percobaan dalam politik Indonesia yang gagal karena dia nggak punya akses pda politik tingkat tinggi,” jelas Rocky.
Baca Juga: Biar Pendukungnya Damai, Bagaimana Kalau Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Duet di Pilpres 2024? Analisis Refly Harun Tajam: Menurut Saya…
Jokowi pun yang kencang dikabarkan mendukung Ganjar menjadi penerusnya, menurut Rocky sudah kehilangan semangat dalam mendukung Gubernur Jawa Tengah tersebut setelah apa yang terjadi di Rakernas tersebut makin menguatkan titah seorang Megawati.
“Bagaimanapun Pak Jokowi juga kehilangan semangat untuk mempromosikan Ganjar, dan Ganjar akhirnya kehabisan aura karena langsung ditunjuk sekadar sebagai pembaca hasil keputusan rapat bukan orang yang diputuskan oleh rapat, dia justru membaca keputusan yang bakal menyingkirkan dia. Sebetulnya begitu sinyalnya,” ujar Rocky.
Sumber: jpnn.com
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?