Djayadi menambahkan perang Rusia dan Ukraina berdasarkan data memang merupakan isu yang populer di Indonesia, yakni sekitar 70 persen publik mengetahuinya.
Namun, isu luar negeri tersebut tidak secara langsung bertumpukan dengan kepentingan masyarakat.
Oleh karena itu, nilai kepuasan masyarakat terhadap Jokowi tak akan meningkat begitu pesat.
Djayadi juga menilai keputusan Jokowi terlibat dalam hubungan internasional, khususnya perang Rusia dan Ukraina, sudah tepat untuk meningkatkan kepuasan masyarakat.
"Secara tidak langsung perang tersebut akan berdampak pada perekonomian Indonesia ke depannya," tuturnya.(*)
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo