Kendati demikian, Megawati memiliki hak prerogatif dalam menentukan siapa sosok yang akan diusung PDIP dan partai mana yang akan diajak berkoalisi untuk Pemilu 2024. Presiden ke-5 Republik Indonesia itu dinilainya masih menyaring aspirasi dari elite partai berlambang kepala banteng itu.
"Jadi belum jelasnya pembicaraan negosiasi dengan Gerindra yang membuat PDIP masih belum menunjukkan sikap. Saya kira Bu Mega akan mempertimbangkan suara ini, elite PDIP Perjuangan," ujar Arya.
Terpisah dikonfirmasi, politikus PDIP Junimart Girsang menjelaskan urusan terkait koalisi adalah ranah Megawati sebagai ketua umum partai. Meski belum mengumumkan hal-hal yang terkait dengan Pemilu atau Pilpres, PDIP disebutnya siap berkontestasi di 2024.
"PDIP itu partai yang betul-betul siap dengan pesta demokrasi, kalau masalah koalisi nanti saja itu menjadi kewenangan Ibu Ketua Umum," ujar Junimart.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri
Jokowi vs Janjinya: Benarkah Bakal Pulang Kampung atau Malah Mati-Matian untuk PSI?