Fernita kemudian berbicara tentang kriteria cawapres yang bakal diusung partai politik. Baginya, cawapres yang bakal diusung partai politik adalah sosok yang bisa mendulang suara capres, diusulkan ormas, diusung partai politik, diduking hampir separuh pemilih pemula karena pemilih generasi milenial ini cukup kuat di medsos. Dukungan juga harus datang dari organisasi pengusaha dan organisasi kepemudaan.
“Dia harus mempunyai finansial yang kuat. Kita tidak tutup mata bahwa cost politik Pilpres besar,” katanya.
Namun demikian, Dudung masih tercatat sebagai tentara aktif, yang diliarang bermain politik praktis. Jika jngin menjadi cawapres, maka Dudung harus mengundurkan diri sebagai tentara aktif.
Fernita juga berharap Pilpres yang akan berlangsung pada 2024 mendatang berjalan sukses tanpa kendala. Dia meminta semua pendukung dan tim sukses pasangan capres-cawapres tidak boleh saling menghasut, menjelek-jelekkan satu sama lain.
“Partai-tim sukses jngn saling mengumbar, mengujat, menjatuhkan personal. Lalu mengorek-ngorek hal-hal yang menciptakan kebencian, dari partainya, capresnya dan timsesnya. Jadikan Pilpres damai, kampanye adu gagasan, elegan, selesailah cebong-kampret. Beri pelajaran kepada masyarakat bahwa Pilpres ini adalah pembelajaran politik sangat baik. Jadikan Pilpres ini dengan bermartabat,” pungkas Fernita. []
Artikel Terkait
Survei Mengejutkan: AHY Kalahkan Gibran & Anies di Bursa Cawapres 2029, Siapa Pemenangnya?
Misteri di Balik Pertemuan Rahasia Damai Hari Lubis & Eggi Sudjana dengan Jokowi: Bukan Minta Maaf, Ternyata Ini!
12 Perusahaan Diduga Picu Bencana Ekologis Sumatera: Satgas Kantongi Bukti Kuat!
Pilkada Tidak Langsung: Mengapa Parpol Berani Melawan Suara 77% Rakyat?