Selain itu, menurutnya tak ada yang salah dari manuver cawe-cawe yang dilakukan oleh Jokowi. Ia paham mengapa sosok tersebut berani melakukan langkah yang kontroversial tersebut.
Menurutnya, Jokowi melakukan cawe-cawe demi kemajuan bangsa bukan sebagai seorang presiden, tetapi sebagai seorang tokoh nasional yang juga bagian dari rakyat di Indonesia.
"Jadi Presiden itu cuma 10th max, namun rasa peduli terhadap bangsa & negara mesti seumur hidup. Cawe-cawe itu bukan karena sebagai Presiden tapi sebagai rakyat yang peduli," ungkapnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengkritisi manuver yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.. Dia menilai sikap kepala negara tersebut kurang tepat, meski dengan alasan demi kemaslahatan bangsa dan negara.
Menurutnya akan lebih baik bagi masa depan bangsa dan negara kalau presiden konsisten dengan sikap awalnya, yaitu tidak cawe-cawe, serta menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme konstitusi dan aturan hukum, serta kedewasaan partai politik.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?