Dikatakan drama, karena menurutnya pertemuan elite politik yang dilakukan tidak dibarengi dengan perdebatan substansial seperti membuka jalan koalisi maka tak akan menghasilkan kejelasan.
Menurutnya pula, langkah koalisi dan partai yang ada saat ini hanya drama untuk memancing perhatian publik, namun publik pada hari ini menurutnya ingin tahu apakah ada dampak pada kebijakan negara di masa yang akan datang dengan pertemuan tersebut.
Fahri Hamzah pun mengingatkan agar para elit dan pemimpin Indonesia sadar betul bahwa pemilu bagi rakyat adalah tentang memilih pemimpin dengan berbagai latar belakang pemikiran, janji hingga track-record yang ditawarkan.
Wakil ketua umum partai Gelora Indonesia tersebut tak ingin jika politisi hanya menghadirkan basa-basi politik yang ujung-ujungnya hanya untuk kepentingan pribadi bukan kepentingan publik.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?