"Jadi ini sebetulnya upaya untuk meredam cawe-cawenya Pak Jokowi. Jadi sebetulnya pertemuan antara Puan dan AHY menandakan sebenarnya Megawati menginginkan ada tiga calon."
"Tetapi kalau di putaran kedua, dengan asumsi Ganjar yang akan maju berhadapan dengan Prabowo, maka koalisi perubahan akan gabung dengan Ganjar," kata dia.
Di satu sisi, Jokowi dinilai selalu bersikap zigzag melangkah ke kiri dan ke kanan. Ketidakpastian sikap Jokowi inilah yang dinilai mengkhawatirkan PDIP.
"Jadi pertemuan kemarin itu menunjukkan bahwa Megawati hendak menghukum Jokowi, dengan memanggil atau berupaya bertemu dengan pihak SBY."
"Jelas sinyalnya bahwa Megawati mau bilang 'Eh Pak Jokowi, kita enggak ada soal dengan Anies' kira-kira begitu," kata Rocky.
Itu artinya kultur politiknya kini sudah berubah. Di mana Jokowi tentu didorong untuk sepenuhnya mendukung Prabowo Subianto.
Sumber: poskota
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?