POLHUKAM.ID - Setting atau pengaturan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024 antara bakal capres Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Hal ini disampaikan Rocky Gerung menanggapi sinyal yang diberikan Megawati kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pencapresan Anies Baswedan melalui keinginan bertemu Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Jadi jelas sinyalnya Megawati mau bilang eh Pak Jokowi kita enggak ada soal dengan Anies, kira-kira begitu, mudah dibaca Pak Jokowi ingin menyingkirkan Anies, Megawati justru merangkul partai yang pro Anies, jadi kultur politiknya berubah akhirnya," ungkapnya.
Karenanya Jokowi akhirnya berpendapat bahwa ia harus mengambil langkah sepenuhnya mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, pasalnya Ganjar Pranowo telah menjadi capres PDIP.
"Dengan kata lain Pak Jokowi juga akhirnya punya semacam keputusan bahwa kalau begitu dia harus sepenuhnya mendukung Prabowo, jadi dalam pertukaran ini yang paling untungnya Gerinda terus, Prabowo terus," ucapnya.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?