Refly juga menyebut bahwa mahasiswa adalah agen perubahan yang sudah seharusnya kritis terhadap kebijakan pemerintah.
"Karena mahasiswa sudah seharusnya seperti itu dan saat ini sudah tidak kritis lagi. Jika mendukung pemerintah itu bukan mahasiswa," ujar Refly.
Refly juga menanggapi ajakan debat Faldo Maldini mantan Ketua BEM UI kepada Melki usai viral di linimasa Twitter.
Diketahui Faldo yang saat ini duduk di staff Khusus Menteri Sekretaris Negara mengajak debat kepada Melki soal peran BEM dan kekhawatiran mahasiswa akan meninggalkan BEM jika sikap ketuanya yang seperti itu.
Refly menjelaskan ketika BEM ditinggalkan mahasiswa gara-gara ketuanya kritis, maka yang alami kerugian bukan kampus dan BEM, justru mahasiswa itu sendiri.
"Seorang mahasiswa tidak dituntut untuk mengendorse atau berorientasi pada kekuasaan, tetapi kepada nilai-nilai kebenaran dan keadlian, meskipun itu pahit dan punya resiko," jelas Refly.
Paling tidak harapan Refly mahasiswa bisa menjadi intelektual kampus atau akademisi.
Benar-benar memikirkan hati nurani sebagai tujuan pendidikan yaitu untuk meningkatkan harkat dan martabat, keimanan, serta ketakwaan. (*)
Sumber: kilat
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?