"Tentu kita tidak mau punya pemimpin yang area prefrontal cortex dan sistem limbicnya rusak gara-gara kegemaran nonton porno. Apalagi seorang haji pula," sambungnya.
Dokter Tifa melanjutkan, gemar menonton film porno memang merupakan urusan pribadi dengan Yang Maha Kuasa. Namun jika terus melakukannya, maka itu menandakan pribadi yang tidak memiliki kedekatan dengan Yang Maha Kuasa.
"Seandainya sebelum haji gemar nonton porno, itu urusan pribadi Anda dengan Allah. Tetapi menyatakannya dengan rasa tidak bersalah, itu menunjukkan jiwa spiritual dan kedekatan dengan Allah sangatlah rendah," sentil Dokter Tifa.
Karena itu, kata Dokter Tifa, naik haji menjadi kesempatan bagi Ganjar untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Ia menilai jika Yang Maha Kuasa masih ingin menyelamatkan Ganjar dan rakyat Indonesia.
"Maka, kesempatan naik haji di waktu yang mepet kemarin hendaknya dimaknai, Allah masih sayang. Allah masih ingin selamatkan Anda dan juga rakyat Indonesia dari keburukan," tandasnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?