"Tidak benar Golkar pecah. Pastinya, Golkar solid mendukung Airlangga Hartarto sebagai capres," kata dia kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/5/2022).
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) Sulawesi DPP Partai Golkar itu mengatakan bahwa langkah Partai Golkar mengusung Airlangga sebagai capres merupakan keputusan Munas pada Februari 2019.
"Sudah tentu (keputusan ini) harus dijunjung tinggi seluruh kader," tegasnya.
Muhidi mempertanyakan pihak-pihak yang mempersoalkan tidak terkereknya elektabilitas Airlangga berdasarkan sigi lembaga survei. Fakta di lapangan, sebut dia, elektabilitas Airlangga terus bergerak naik.
Artikel Terkait
Ketua HMI Jabar Diteror Usai Ungkap Video Andrie Yunus: Siapa Dalangnya?
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?