Menurut Dedi, sebagai kelompok penguasa, memberikan posisi Dirut pada Ahok bisa saja sebagai upaya membersihkan nama Ahok untuk kembali terjun ke dunia politik elite.
Ia mengingatkan, Presiden Jokowi sebagai orang nomor satu di Indonesia memiliki risiko politik bagi Jokowi atau bagi tokoh yang akan didukung Jokowi tidak signifikan, karena kelompok kontra Ahok adalah pihak yang sama dengan kontra Jokowi, dan Jokowi tetap saja masih miliki lebih banyak yang pro.
Ia pun menyarankan agar Ahok mundur dari kontestasi Dirut dan Komisaris Utama Pertamina.
"Karena terbukti banyak persoalan yang tidak selesai, maka ia layak diajukan sebagai kandidat Cawapres Ganjar, agar tidak tanggung," pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Said Didu Sindir Rismon: Permintaan Maaf Ijazah Jokowi Hanyalah Intan Cacat yang Terbuang?
Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Solo?
Viral! Mobil Pickup India untuk Koperasi Desa Sudah Tiba di Sukabumi, Benarkah?
OTT KPK Heboh! Bupati & Wakil Bupati Rejang Lebong Ditangkap, Ini Kronologi Lengkapnya