"Mengapa mereka tidak muncul membantu Presiden Jokowi menyelesaikan hama korupsi tersebut sebagaimana reaksi terhadap Rocky Gerung?" sentil Fadli Rumakefing.
Bagi Fadil, kasus rasuah di lingkungan pemerintahan lebih membahayakan dibanding dengan penggunaan diksi Rocky Gerung dalam mengkritik pemerintah.
Beberapa contohnya adalah kasus kasus suap Hakim Agung, kasus korupsi minyak goreng, kasus BTS Kominfo, Kasus PT Waskita Karya, hingga terbaru kasus dugaan suap di Basarnas RI.
Pada kasus-kasus tersebut, para relawan Jokowi seakan diam bahkan tidak muncul untuk menyuarakan semangat antikorupsi sebagaimana digaungkan kepala negara.
"Seperti itulah mereka. Mereka ibarat kura-kura yang bersembunyi dalam perahu. Bagi kami, justru orang-orang seperti Rocky Gerung harus selalu ada dalam alam demokrasi untuk mengontrol pemerintahan agar berjalan seirama dengan cita-cita dan amanat konstitusi UUD 1945," tandasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?