Dikatakan Deddy, peristiwa politik hari ini mengingatkan dengan peristiwa Pemilu 2014 lalu. Di mana, PAN dan Golkar yang berada di koalisi Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada akhirnya bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat yang mengusung JokO Widodo-Jusuf Kalla.
Tepatnya, PAN bergabung dengan Jokowi pada September 2015. Sedangkan Golkar bergabung dengan Jokowi pada Januari 2016.
"Ini kembali seperti Pemilu 2014, partai-partai yang memusuhi Jokowi bergabung," pungkas Deddy.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?