Lebih lanjut, Faizal menyampaikan, AHY kini memiliki posisi yang sangat strategis sehingga perlu mengambil keputusan matang dalam hal ini.
Meski begitu, AHY bisa jadi bukan satu-satunya kandidat cawapres yang berpotensi menjadi pendamping mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Kapasitas AHY sebagai pendamping Anies harus matang dipertimbangkan. Posisinya selaku Ketum partai Demokrat, sangat strategis, tak berarti mengunci figur potensi lainnya," jelas Faizal.
Sebab itulah, putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu perlu kehati-hatian dalam melihat hasil survei terhadap bakal cawapres 2024.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan