“Saya dengar kabarnya dia datang ke Sekjen minta garansi untuk jabatan menteri, tapi dijawab bahwa itu hak prerogatif presiden yang tidak bisa digaransi oleh PDIP," kata Deddy kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (20/8).
Atas alasan itu, Budiman lantas berpaling dari jagoan PDIP dan memilih mendukung Prabowo Subianto. Diduga karena Prabowo memberi janji yang lebih konkret dalam mewujudkan keinginan menjadi menteri.
"Lalu kepada teman-temannya dia bilang, dia memilih pindah haluan ke pihak yang menjamin dapat sesuatu yang konkret daripada yang tidak ada kepastian," masih kata Deddy Sitorus.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang