Kata Dedi, ada kemungkinan PKB akan masuk dalam gerbong Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama dengan Partai Golkar, PAN, dan PPP.
"Bisa saja, PKB memilih koalisi Golkar, dengan asumsi PKB punya peluang memimpin. Karena di koalisi Golkar sendiri belum ada tokoh menonjol," kata Dedi dilansir dari AKURAT.CO, pada Selasa (24/5/2022).
"Jika PKB berhasil masuk, maka bisa menjadi alternatif lahirnya Muhaimin-Airlangga, atau sebaliknya," sambungnya.
Ia menerangkan, peluang munculnya duet Muhaimin-Airlangga lantaran PKB sendiri tidak memiliki peluang jika bergandengan dengan PDIP. Hal itu disebabkan oleh adanya konflik antara elit partainya dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Lebih lanjut, ia menyampaikan, hal itu yang membuat Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tidak akan mesra kembali dengan partai berlogo kepala banteng itu.
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?