Kata Dedi, ada kemungkinan PKB akan masuk dalam gerbong Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama dengan Partai Golkar, PAN, dan PPP.
"Bisa saja, PKB memilih koalisi Golkar, dengan asumsi PKB punya peluang memimpin. Karena di koalisi Golkar sendiri belum ada tokoh menonjol," kata Dedi dilansir dari AKURAT.CO, pada Selasa (24/5/2022).
"Jika PKB berhasil masuk, maka bisa menjadi alternatif lahirnya Muhaimin-Airlangga, atau sebaliknya," sambungnya.
Ia menerangkan, peluang munculnya duet Muhaimin-Airlangga lantaran PKB sendiri tidak memiliki peluang jika bergandengan dengan PDIP. Hal itu disebabkan oleh adanya konflik antara elit partainya dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Lebih lanjut, ia menyampaikan, hal itu yang membuat Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tidak akan mesra kembali dengan partai berlogo kepala banteng itu.
Artikel Terkait
Mens Rea Pandji: Analisis Lengkap Kontroversi, Gibran, dan Tudingan Antek Asing yang Mengguncang
PDIP 2029: Strategi Penyeimbang Rahasia & Peluang Duet Ulang Megawati-Prabowo?
Jokowi Masih Disalahkan? Kritik Pedas Ini Ungkap Alasan Nama Mantan Presiden Selalu Muncul di Setiap Masalah Bangsa
Eggi Sudjana Temui Jokowi di Solo: Benarkah Ada Permintaan Maaf? Ini Faktanya!