“Maka konsekuensinya, Demokrat tidak boleh “menjomblo lama. Dan ini menjadi tantangan serius, karena keputusan harus segera diambil atau menghadapi konsekuensi legal formal,” tegas Khoirul.
Diketahui sebelumnya, Partai Demokrat telah memilih keluar dari koalisi perubahan yang dibangunnya bersama Nasdem dan PKS.
Keputusan tersebut diambil oleh Demokrat paska Anies dan Nasdem menggandeng Cak Imin sebagai bacawapres Anies.
Demokrat juga memutuskan untuk mencabut dukungannya terhadap Anies Baswedan dalam pilpres 2024, karena merasa tersakiti oleh langkah yang diambil Anies Baswedan.
Saat ini partai Demokrat belum memutuskan untuk bergabung dengan kubu Ganjar maupun Prabowo, atau membentuk poros baru.
Menurut juru bicara Demokrat, Jansen Sitindaon, saat ini partainya masih akan memepersiapkan rapat pleno yang akan dipimpin oleh ketum AHY.
Rapat pleno tersebut menurut Jansen akan menampung usulan-usulan dari DPD di berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Usulan-usulan tersebut kemudian akan dibawa dalam rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat sebagai pertimbangan penentuan langkah selanjutnya.(*)
Sumber: kilat
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?