menurutnya, Muhammadiyah punya tradisi untuk menjaga dirinya melalui barisan anak muda dari mulai IMM dan punya KOKAM.
"Itu ide bagus karena saya berbicara di perpustakaan Muhammadiyah, kita mengeksplorasi banyak tema tanpa perlu gangguan karena orang yang diskusi datang dengan isi kepala," sambungnya.
Dengan demikian menurutnya Muhammadiyah berani mengambil resiko.
Terlebih baginya kampus memiliki hak untuk mendengarkan pikiran alternatif.
Hari ini saya banyak dilarang tapi Muhammadiyah mau mengambil resiko dan menunjukan bahwa kampus punya hak mendengarkan pikiran alternatif.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Puan Maharani Bongkar Masalah Utang Whoosh: DPR Akan Usut Tuntas!
Prof Henri Balik Badan Bongkar Rekayasa Gibran Cawapres: Saya Kecewa dengan Jokowi!
Misteri Dewa Luhut di Balik Proyek Whoosh: Rahasia yang Baru Terungkap
Fakta Mengejutkan di Balik Proyek Whoosh: Dugaan Markup Rp 60 Triliun dan Potensi Kerugian Negara