menurutnya, Muhammadiyah punya tradisi untuk menjaga dirinya melalui barisan anak muda dari mulai IMM dan punya KOKAM.
"Itu ide bagus karena saya berbicara di perpustakaan Muhammadiyah, kita mengeksplorasi banyak tema tanpa perlu gangguan karena orang yang diskusi datang dengan isi kepala," sambungnya.
Dengan demikian menurutnya Muhammadiyah berani mengambil resiko.
Terlebih baginya kampus memiliki hak untuk mendengarkan pikiran alternatif.
Hari ini saya banyak dilarang tapi Muhammadiyah mau mengambil resiko dan menunjukan bahwa kampus punya hak mendengarkan pikiran alternatif.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Buni Yani Sindir KPK: Fokus Tangkap Bupati, Keluarga Jokowi Kebal Hukum?
Jokowi Siap Blusukan 7.000 Kecamatan Demi PSI: Haus Kekuasaan atau Strategi 2029?
Din Syamsuddin Bongkar Skenario Board of Peace Trump: Indonesia Terjebak atau Diplomasi Cerdik?
PDIP Protes Program Makan Gratis Prabowo: Benarkah Takut Kalah Lagi di Pilpres 2029?