"Kalimat perubahan itu akan dilaksanakan oleh kami. Perubahan yang terjadi adalah ketika dia duduk menang, langkah-langkah itu akan dirubah yang salah-salah dari pemerintah sebelumnya. Itulah perubahan. Yang baik? Ya lanjutkan," tuturnya.
Masinton menilai, perubahan terhadap kebijakan yang salah dapat dilakukan saat ini. Terlebih, lanjut dia, saat ini masih ada kader partai dari Koalisi Perubahan yang menjabat menteri di kabinet Presiden Jokowi seperti Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dari Partai NasDem.
Selain itu, menteri di Kabinet Indonesia Maju dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ialah Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Halim Iskandar.
"Mentan masih jadi menteri yang ikut dalam pemerintahan. Kalau dia mau ubah, ubah sekarang kebijakannya. Menteri LHK, itu kalau mau mengubah, itu ubah sekarang kebijakannya apa," ujarnya.
"Sehingga kalimat perubahan itu tidak sebatas jargon dan retorika. Ya sejak awal nih, ketika Bung Anies bicara perubahan, enggak ada tuh. Apa konsep besar perubahannya apa? Enggak ada," katanya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
SP3 Ijazah Jokowi Akhirnya Keluar: Ini Alasan Polisi Hentikan Kasus Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Mengapa Polemik Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai? Ini Alasan Tersembunyi yang Bikin Heboh
Materai Ijazah Jokowi Rp100 vs Rp500: Benarkah Jadi Tanda Keabsahan Diragukan?
Polemik Ijazah Jokowi: Analis Ungkap Dampak Politik Tersembunyi yang Bisa Menguntungkan Keluarga