"Dalam teori Jawa itu, bagaimana pemimpin yang punya roso," sambungnya mengutarakan.
Karakteristik pemimpin yang punya roso atau yang berarti "rasa", adalah mereka yang memiliki upaya untuk bersama rakyat.
"Punya kedekatan, komunikasi tidak kaku, cair, orangnya tidak ambil jarak, tidak ada resistensi," urai Benny.
Lebih dari itu, mantan Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu mengajak masyarakat untuk mempertimbangkan teori Jawa itu dalam memilih pemimpin.
"Karena itu yang harus dilihat rakyat kecil, yaitu roso. Bongkar budaya kepalsuan. Pemimpin itu lahir dari sebuah gagasan, tentang apa yang menjadi keluh kesah rakyat. Di situ ada semacam daya magis," demikian Benny menambahkan.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?