"Kan dulu ramai isunya 'wah ndak bisa, ndak punya uang enggak bisa jadi cawapres, enggak bisa jadi capres, harus nyetor ke pimpinan partai'. Ini sepeserpun sungguh tidak,” tegasnya.
"Jadi partai ini memang memilih kualitas, tidak menentukan berdasarkan isi tas,” sambung Mahfud.
Menurutnya, parpol justru bertanya kepadanya apa saja yang dibutuhkan untuk keperluan kampanye nanti.
“Saya tidak ditanya apa uang kampanyenya, bagaimana uang, ndak ada. Malah ketua partai itu 'you perlu apa bilang, biar kami yang ngurus karena ini keperluan negara',” tutupnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri