"Para pemilih sepertinya telah diyakinkan bahwa penerus kebijakan Presiden Joko Widodo adalah pasangan Gibran-Prabowo," ujar Vishnu.
Keyakinan pemilih semakin kuat lantaran gaya pidato dan berbagai program kebijakan yang dalam bentuk kartu, yang dilakukan pasangan ini seolah didesain mirip kampanye ala Presiden Jokowi.
Vishnu menilai, popularitas tinggi Presiden Joko Widodo yang mencapai 75 persen, menjadi tantangan bagi pasangan Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin. Apalagi keduanya merupakan pasangan yang memiliki rekam jejak lebih lengkap di pemerintahan daerah dan pusat.
Dia menyarankan agar elite partai politik pendukung kedua pasangan tersebut menghentikan upaya menyerang Joko Widodo dan Gibran. Sebab, mayoritas masyarakat tampaknya tidak memprioritaskan hal tersebut.
"Sebaiknya pasangan Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin segera mengkampanyekan rekam jejak mereka dan proposal kebijakan sebagai alternatif kebijakan pemerintah Presiden Joko Widodo," tegas Vishnu.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?