Menurutnya, dalam dinamika politik, kegamangan Ganjar menjadi sorotan karena sifatnya yang kontras antara kritik keras terhadap Jokowi dan pujian yang kini diutarakan.
Ujang menambahkan,Maka di tengah kegamangan itu, yang tadinya kritik Jokowi sekarang keras bersuara puja puji lagi. Kalau Prabowo-Gibran, elektabilitasnya sangat jelas dibandingkan dengan capres-cawapres lain.
Analisis Ujang menyoroti kompleksitas politik di tengah kampanye, di mana pergeseran sikap dan strategi menjadi faktor kunci dalam memahami dinamika pemilihan presiden.
Sumber: viva.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?