Siaran Live di Youtube menarik perhatian netizen, yang memberikan beragam komentar.
Ada yang menganggap kehadiran Gibran sebagai langkah untuk membangun toleransi antarumat beragama.
Sebaliknya, ada pula yang menilai bahwa ini hanya upaya politisasi momen Natal untuk meraih simpati dan dukungan umat Kristiani.
Salah satu netizen menyoroti positif, "Gibran menghadiri perayaan Natal sebagai upaya membangun toleransi umat beragama."
Namun, ada juga suara skeptis, "Jangan menggunakan momen Natal untuk meraih simpati dan suara umat Kristiani dalam pilpres/pileg."
Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran Gibran dalam kampanye bertepatan dengan perayaan Natal mendapat apresiasi dari beberapa warganet.
"Salut kepada Gibran ikut natalan bersama di Manado," tulis salah satu komentar.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: pojokbaca.id
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?