"Kampanye Rois Aam, Ketum, Wakil Rois Aam & Sekjend mengarahkan untuk mendukung Paslon 2," ungkap Gus Salam.
Baca Juga: Ada Apa Nih? Tiba-tiba PBNU Copot Ketua PWNU Jawa Timur Marzuki Mustamar
Lebih lanjut, Gus Salam menyebutkan bahwa kampanye yang dilakukan oleh pengurus PBNU ini beragam, mulai dari kampanye terang-terangan hingga kampanye yang disampaikan melalui kiasan.
"Ada yang dengan bahasa soreh (jelas), ada yang dengan bahasa kinayah (kiasan)," jelas Gus Salam.
Menyikapi kondisi ini, Gus Salam menyatakan keprihatinannya terhadap kepengurusan PBNU saat ini, khususnya terkait dengan netralitas dalam pelaksanaan pemilu.
Ia menegaskan bahwa PBNU, yang seharusnya menjadi wadah netralitas, terlihat mengarahkan struktur ke pasangan calon tertentu.
"PBNU yang luar gembar gembor netral, tapi di dalam mengarahkan struktur ke Paslon tertentu, ini meruntuhkan wibawa dan integritas PBNU sebagai Organisasi Ulama," ungkap Gus Salam.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: pojokbaca.id
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?