Menurut Refly hal ini sangat penting bagi kedua pihak (pengeritik dan yang dikritik) untuk bisa mempertanggungjawabkan poin yang disampaikan serta bahan introspeksi
“Ini juga pentng ya bagi keduanya. Bagi yang menerima kritik penting untuk bahan instropeksi, bagi yang melontarkan kritik penting juga harus dia terukur punya data dan fakta,” tambah Refly.
Refly menegaskan masalah kritik ini juga berlaku bukan hanya pada permasalahan terkait Anies Baswedan tetapi juga pihak lain seperti Presiden Jokowi.
Baca Juga: Grace Natalie Bilang TKA Cina Sedikit, Penjelasan Rocky Gerung Telak Sampai Singgung Perang Dunia!
Sebelumnya, Anies di acara PKS blak-blakan menginginkan Formula E digelar di Monas dengan maksud menunjukkan ikon Jakarta. Namun pada akhirnya itu tidak terjadi karena balapan digelar di Monas.
"Itu cita-citanya. Eh, enggak boleh bapak-ibu. Ya, sudah, jadi pindah ke mana? Pindah ke Ancol," ucap Anies sebagaimana dikutip dari laman CNNIndonesia, Selasa (31/5/22).
Sumber: jpnn.com
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?