Melalui momentum ini PDIP telah menegaskan sebagai partai wong cilik yang berpihak pada rakyat.
Sedangkan elit parpol pasti bisa berubah sedangkan rakyat itu tetap.
"PDIP ini partai dengan loyalitas tinggi kami menyiapkan pemimpin dengan setulus hati ketika ada yang meninggalkan, bagian dari suatu tanggung jawab yang nanti rakyat yang akan menilai," ujar dia.
Baca Juga: Capres Nomor Urut 1 Anies Baswedan Beri Ucapan Selamat Ulang Tahun PDIP
Sedangkan dengan berbagai manuver politik yang dilakukan Jokowi bahkan disebut pasang badan untuk pasangan calon tertentu.
Kata Hasto tugas pemimpin seharusnya melindungi dan harus netral.
"Presiden selaku kepala negara kepala pemerintahan dituntut untuk netral dan itu disampaikan oleh presiden. Maka tinggal rakyat menunggu apakah pemimpin ini satu kata dan perbuatan. Ini yang kita harapkan konsistensi dari seorang pemimpin," ungkapnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kabarfajar.com
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?