"Kalau kata orang Jawa Kemlinthi ya, sudah kemlinthi dia, harusnya sabar dulu dia jalankan tugasnya sebagai gubernur Jateng, dia berinteraksi dengan kawan-kawan stuktur di sana DPD DPC DPRD provinsi, DPRD kabupaten kota, itu baru," ujar Trimedya.
Trimedya mengatakan syahwat politik pribadi Ganjar nampak dari kunjungannya ke berbagai daerah di Indonesia sementara masalah di Jateng tidak diselesaikan.
"Ini kan kelihatan main semua, ke mana-mana, jalan ke Medan ke Makassar, ya kita ketawa-ketawa saja pada saat PON Papua ada yang teriak Ganjar..Ganjar.. Siapa orang Papua yang tahu Ganjar, kelihatan bener by design (sudah diatur) apalagi orang yang mengerti politik," ungkap Anggota Dewan dapil Sumut II ini.
Trimedya menekankan seharusnya Ganjar sebagai kader lama paham bahwa capres PDIP diputuskan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
"Dan bagi saya sebagai kader PDI Perjuangan, Ganjar tidak menghargai Ibu (Megawati)," pungkasnya.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?