Baca Juga: Hasil Reviu Inspektorat Soal Raibnya Setoran Pajak, Tiga Pejabat Bapenda Kota Kupang Terancam Nonjob
Menurut dia, Pemilu yang berlangsung damai sesuai dengan asas dan hukum serta menolak berbagai bentuk kecurangan pemilu lewat politisasi SARA, hoaks di media sosial serta politik uang dengan sejuta iming - iming, niscaya akan menghasilkan wakil rakyat, pemimpin yang cakap, legitimate (logis), dan membawa generasi muda pada kematangan berdemokrasi.
"Ini juga jadi wadah edukasi untuk semua termasuk milenial, menolak berbagai bentuk politisasi kecurangan pemilu dengan sejuta iming-iming,"tutup Dwina.
Deklarasi Pemilu Damai juga mengajak milenial sebagai salah satu komponen yang ada di masyarakat yang semula apatis, ikut terlibat aktif dalam politik dengan menentukan pilihan dan tidak memilih golput namun ikut berkontribusi memberikan suara kearah perubahan politik tanah air.
Deklarasi Pemilu Damai di Kupang ditandai dengan pelepasan sejumlah burung Merpati setelah pembacaan dan penandatanganan bersama dukungan deklarasi Pemilu Damai 2024.(*)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ntthits.com
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?