Umam menilai bahwa Maruarar lebih loyal kepada Presiden Jokowi, sehingga keputusannya untuk meninggalkan partai banteng tersebut tak terelakkan.
Hal ini menunjukkan adanya pergeseran prioritas politik di kalangan elit PDI-P.
PDI-P dan Dampak Psikologis
Meskipun Maruarar kini tidak menjabat di internal partai atau legislatif, Umam meyakini bahwa langkahnya akan memberikan dampak psikologis dan moral pada kader-kader PDI-P, khususnya menjelang Pemilu 2024. Terutama, para kader muda PDI-P bisa mengalami penurunan kepercayaan diri setelah melihat nasib Maruarar dan politisi lain seperti Budiman Sudjatmiko.
Potensi Bergabung dengan PSI
Ahmad Khoirul Umam juga mengungkapkan prediksinya mengenai langkah selanjutnya Maruarar.
Dengan kata kunci "mengikuti langkah Jokowi," Umam melihat peluang besar Maruarar untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang saat ini dipimpin oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi.
Baca Juga: Alasan Dibalik Jokowi Pergi Ke Filipina Ketika HUT PDIP
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: depok.hallo.id
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri