Sebab Jokowi telah memberikan pesan verbal dan nonverbal condong kepada Ganjar untuk diusung dalam Pilpres. Sedangkan elite PDIP karena posisi Puan dalam hirarki di partai lebih tinggi, juga dalam posisi di legislatif, maka menampakkan pro terhadap Puan Maharani.
"Ganjar dianggap sebagai representasi kader, dengan elektabilitas tinggi, di dukung mayoritas oleh golongan muda dari PDIP. Sedangkan Puan Maharani dipersepsikan representasi keluarga, dengan elektabilitas rendah, dukungan ditenggarai golongan tua yang berkiblat menjaga "api" Soekarno," ungkap Efriza
Dikesampingkannya Ganjar dari keterlibatan kepartaian terkait dengan menguatnya dukungan terhadap Puan Maharani disertai obsesi Puan dalam mengikuti kandidat capres semakin nampak di permukaan.
Di sisi lain, di tubuh internal PDIP juga sudah menunjukkan suara-suara untuk kembali mengedepankan trah Soekarno sebagai partai ideologis, juga keyakinan Puan sebagai anaknya Megawati.
"Maka Megawati akan cenderung mengabaikan hasil elektabilitas dengan mengedepankan ikatan biologis dengan mengatasnamakan ideologis," pungkasnya. []
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran