Pernyataan ini dianggap menarik karena menurut Refly karena menimbulkan pertanyaan baru. Pertanyaan tersebut adalah “betulkah kita sudah berada di zona nyaman?”.
Untuk menemukan jawaban tersebut, menurut Refly harus dinilai objektif dari berbagai macam aspek seperti demokrasi, hukum, dll.
Baca Juga: BUMN Ogah “Nolongin” Formula E Jakarta, Jokowi Tetap Datang, Rocky Gerung: Itu Ajaib, Mestinya Dia…
“Jadi harus objektif misalanya dengan angka kemiskinan, kemakmuran, demokrasi dsb. Jadi kita mesti lihat satu demi satu. Kalau dibilang nyaman, rasanya nggak juga tapi kalau kita katakan semua susah ya nggak juga. Ada beberapa kemajuan tapi banyak juga kemunduran,” tambah Refly.
Refly pun mengingatkan jika memang ingin tahu apakah Indonesia semakin nyaman, maka sering-seringlah untuk bergaul atau berbaur dengan orang “kecil” yang makan saja susah.
“barangkali sering-seringlah bergaul dengan rakyat kecil yang makan saja susah, jangan kita (bukan hanya bu mega) lebih banyak bergaul dengan para elit. Kalau kita bergaul dengan para elit, dengan para elit memang kita nggak pernah kelihatan orang susah,” ujar Refly.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?