Sementara itu Kapolres Klungkung AKBP Umar sebelumnya menyatakan sudah berkoordinasi dengan pihak KPUD Kabupaten Klungkung terkait jadwal pendistribusian logistik Pemilu ke Nusa Penida.
Rencananya pendistribusian ke Nusa Penida dilakukan tiga hari menjelang pelaksanaan pemungutan memanfaatkan jasa transportasi laut.
Pengamanan pendistribusian logistik ke Nusa Penida tidak hanya dilakukan di darat, tetapi juga di laut. “Untuk di laut, kami kerahkan polisi air dibantu polisi air Polda Bali,” ujarnya.
Lebih lanjut terkait pengamanan saat pemungutan suara di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) menurutnya, TPS di Kabupaten Klungkung dikategorikan menjadi tiga, yakni TPS kurang rawan, TPS rawan dan TPS sangat rawan.
Untuk kategori sangat rawan ada empat TPS, yakni dua TPS sangat rawan ada di Kecamatan Banjarangkan, selebihnya ada di Kecamatan Klungkung dan Nusa Penida.
Seperti TPS 17 dan TPS 18 yang berlokasi di Bale Banjar Sental Kangin, Desa Ped,Kecamatan Nusa Penida masuk kategori TPS sangat rawan. Karena sebelumnya ada penolakan dari warga setempat melarang 17 orang warga yang kena sanksi adat melakukan pencoblosan di TPS 17 dan TPS 18.
“TPS yang masuk kategori sangat rawan akan diamankan oleh dua orang personel Polri ditambah dua orang Linmas,” tegasnya.[*]
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarbali.jawapos.com
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?