Emrus pun menegaskan bahwa dalam menentukan pemimpin, publik harus bisa melihat seorang tokoh dari kualitasnya.
"Seperti Puan, sehingga tidak lagi pada tokoh elektabilitas atau popularitas tapi kita harus bergeser ke kualitasnya," tambahnya.
Lebih lanjut, Emrus berpendapat bahwa elektabilitas dan popularitas merupakan manipulasi persepsi publik.
"Saat ini kita seharusnya bicara tentang tokoh yang berkualitas bagi negara," jelasnya.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?