Jika melihat adanya tarik ulur dari internal maupun eksternal Golkar, menurut Kang Tamil, tersirat dari ucapan Airlangga bahwa besar kemungkinan yang akan didapuk sebagai Ketum Golkar adalah Gibran.
"Besar kemungkinan yang akan didapuk sebagai Ketua Umum adalah Gibran. Terlepas dari syarat AD/ART di Partai Golkar yang mengharuskan ketua umum harus menjadi pengurus terlebih dahulu," jelas Kang Tamil.
Karena jika Jokowi yang akan didapuk sebagai Ketum Golkar, maka tidak akan terjadi tarik ulur yang berarti.
"Namun, ketika itu Gibran, maka tentu dari sisi usia, dari sisi kematangan, tentu ini menjadi poin minus. Tapi, dari sisi Gibran sebagai wakil presiden, tentu ini adalah poin plus, dan anaknya Jokowi ini poin plus ya," pungkas Kang Tamil.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Jusuf Kalla Buka Suara: Kekecewaan Pribadi atau Beban Sejarah yang Menghantui Jokowi?
Dibongkar! Pesan Rahasia JK ke Jokowi Soal Termul yang Bikin Gempar
Kontroversi Bahlil: Benarkah Kebijakan ESDM Baru Tricky dan Picu Penurunan Kepercayaan Publik?
UU PPRT Akhirnya Sah! Ini 12 Hak Pekerja Rumah Tangga yang Tak Bisa Lagi Diabaikan