Namun, kata dia, kalau ada menteri Prabowo yang tak sejalan, kader Goljar boleh memberikan kritikan yang membangun.
"Tapi menteri-menterinya kalau tidak sejalan dengan apa yang digariskan oleh presiden boleh diberikan masukan rekonstruktif untuk kebaikan negara, boleh," katanya.
"Saya aja sama Pak Nusron Kalau di komisi, kita pun dikoreksi oleh partai yang lain, Ya Pak Nusron ya? Kita dikoreksi dan biasa-biasa aja," sambungnya.
Menurutnya, kritikan terhadap menteri-menteri Prabowo yang tak sejalan perlu dilakukan secara wajar.
"Nggak apa tapi dengan catatan yang konstruktif diingatkan, Kalu katakanlah ada masukan yang sedikit kritis boleh, tapi dengan cara tetap memperhatikan cara-cara yang baik, cara-cara yang lazim dan cara-cara yang sudah menjadi kelaziman partai Golkar," katanya.
Kemudian ia mengingatkan, target yang kedua partainya yakni merebut kursi lebih banyak dari Pemilu 2024.
"Bapak-Ibu adalah tokoh-tokoh, Bapak-Ibu adalah pemimpin petarung yang berhasil merebut suara rakyat. Dan karena itu Kami DARI pengurus DPP partai Golkar Khususnya saya Mengapresiasi dan memberikan rasa penghormatan itu. Tetapi dalam konteks implementasi berikutnya, kita mempunyai target agar suara kita Harus tetap Ada peningkatan di Pemilu 2029. Sekarang 102 kita targetkan ke depan harus lebih dari itu," pungkasnya.
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?