Sukses Formula E Jakarta rasanya sangat sulit dilepaskan dari sosok Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Jejak digital bagaimana “serangan” ke Anies soal Formula E oleh beberapa pihak nampaknya sulit dihapus meski gelaran balapan mobil listrik tingkat dunia itu sudah selesai.
Sebut saja sosok Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Haji Giring Ganesha yang aksi-aksinya “melegenda” terkait Formula E Jakarta, salah satunya yang tidak bisa dilupakan adalah sidak langsung lokasi pembangunan sirkuit, bertemu kambing, sampai kakinya “nyungsep” ke dalam lumpur. Selesai Formula E pun Giring masih Ogah menyebut acara tersebut sukses.
Sikap PSI khususnya Giring ini terkait Formula E Jakarta disoroti oleh Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat MPP.
Menurut Achmad, level PSI yang merupakan partai Nasional harusnya jangan hanya berfokus pada sosok Anies saja.
Baca Juga: Dibongkar Rocky Gerung: Cokro TV Itu Ganjar Pranowo, Ganjar Pranowo Itu Cokro TV, GanCokroist!
“Tentunya partai sekelas PSI sebagai partai nasional harus menunjukkan kapasitasnya sebagai partai nasional yang bisa lebih luas lagi dalam melakukan kritik-kritik yang membangun, tidak selalu tentang DKI Jakarta lebih spesifiknya Anies Baswedan,” jelas Achmad dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi wartaekonomi.co.id, dikutip Kamis (9/6/22).
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?