"Hanya itu ukurannya, IPK 4 bukan indikator," kata dia.
Namun, dia buru-buru menambahkan IPK calon presiden sebaiknya tidak tiga ke bawah.
Saat dia bertanya kepada Mahfud berapa IPK saat kuliah, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menjawab "IPK saya dulu 3,8." Giliran Jokowi, jawabannya, "Dua saja tidak ada."
Pada sesi tanya jawab, sejumlah peserta seminar menyatakan dukungan untuk Mahfud dan Jokowi maju di Pilpres 2014.
Seorang peserta malah bertanya ke Jokowi, "apabila bersama Mahfud jadi penghuni istana kepresidenan, bagaimana konsep blusukan untuk konteks wilayah Indonesia?"
Menanggapi itu Jokowi meyatakan saat ini dia masih menjadi Gubernur DKI Jakarta yang berkosentrasi menuntaskan masalah-masalah rumit di Ibu Kota.
"Di mana-mana saya digosok-gosok, dipanas-panasi, jawaban saya selalu begini," kata dia.
Soal model blusukan jika menjadi presiden, Jokowi menjawab enteng
"Tanya kepada presiden. Saya Gubernur DKI, blusukannya ke Cakung, Pondok Indah, dan sekitarnya."
Rossi belum puas memancing Jokowi.
Dia bertanya lagi, "Kalau demi rakyat bagaimana, pak?" Kehabisan kata, Jokowi mengulangi jawaban tadi.
"Sekarang saya Gubernur DKI, tanya saja soal Pluit," ujar dia yang memancing mayoritas peserta seminar terpingkal-pingkal.
Jangan bangga dulu dpt IPK 4, bisa jadi presiden ga seperti pakde @jokowi, teladan kita semua? 😍 pic.twitter.com/5tyTMrQ8UR
Sumber: Tempo
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?