“Organisasinya dilarang, ajarannya dilarang, tapi orang-orangnya masih memiliki kebebsan sipil dan politik, itu yang paling penting,” lanjut Refly.
Baca Juga: Eko Kuntadhi Loyalis Ganjar Pranowo Koar-koar Anies Baswedan Didukung FPI, Ternyata Ini Faktanya!
Namun, lanjut Refly, jika memang dukungan yang dianggap ‘rekayasa’ ini ternyata benar demikian dan ada pihak yang memang sengaja mengarahkan dan membentuk opini bahwa Anies dekat dengan dengan organisasi terlarang, inilah yang menjadi persoalan dan berujung pada “pembusukan” nama.
“Kalau misalnya ini dimaksudkan untuk memojokan Anies dan narasi yang dimunculkan kemudian melalui buzzer-buzzer adalah bahwa Anies didukung oleh kelompok radikal, kelompok yang pro khilafah tidak cinta NKRI di situ lah persoalannya,” terang Refly.
Dan jika memang benar-benar semua “pembusukan” nama itu sengaja dibuat, menurut Refly ini sudah benar-benar melampaui batas.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?