POLHUKAM.ID - Kontroversi dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, terus memanas setelah salah satu tokoh yang kerap tampil sebagai pembela keaslian ijazah tersebut justru membuat pengakuan mengejutkan.
Politikus PSI, Dian Sandi Utama, yang sebelumnya gencar menyebarkan salinan ijazah Jokowi lewat media sosial, akhirnya mengakui bahwa dokumen yang ia unggah bukan berasal langsung dari Jokowi.
Pernyataan itu disampaikan Dian dalam sebuah perbincangan bersama Roy Suryo dan Rismon Sianipar, yang tayang di kanal YouTube Diskursus Net dan dibagikan ulang oleh sejumlah akun X.
Dalam dialog tersebut, Roy secara blak-blakan bertanya, "Apakah Anda menerima langsung ijazah itu dari Joko Widodo?"
Jawaban Dian cukup singkat, namun berdampak besar: "Saya katakan di sini itu tidak dari Pak Joko Widodo."
Pernyataan itu langsung mengubah arah perdebatan.
Roy Suryo pun menegaskan bahwa jika dokumen tersebut tidak berasal dari pihak yang bersangkutan secara langsung, maka keasliannya menjadi tidak relevan dalam konteks pembuktian publik.
"Clear. Selesai. Kalau bukan dari orangnya langsung, mau debat panjang pun tidak ada artinya," tegas Roy.
Dian sebelumnya mengunggah salinan ijazah Jokowi dari UGM ke akun X miliknya pada 1 April 2025, dengan klaim bahwa itu adalah dokumen asli sebagaimana yang pernah dipublikasikan oleh pihak universitas.
Ia bahkan menyebut unggahan itu sebagai bentuk ‘penenang’ untuk mereka yang mempertanyakan keabsahan ijazah Jokowi menjelang lebaran.
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?