Jika benar dibubarkan, PCO bukan satu-satunya lembaga yang terkena reorganisasi.
Fokusnya, menurut sumber-sumber Istana, adalah agar komunikasi dan pengambilan keputusan menjadi lebih efisien, cepat, dan tepat sasaran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana mengenai isu pembubaran PCO.
Namun, beberapa mantan pejabat PCO yang dihubungi [Nama Media] memilih tidak berkomentar.
Sementara itu, pengamat komunikasi politik Rokhmat Widodo menilai isu ini menarik karena menunjukkan perubahan filosofi komunikasi pemerintahan.
“Kalau benar PCO dibubarkan, itu berarti Prabowo ingin model komunikasi yang lebih langsung dan terpusat. Tapi tantangannya, jangan sampai malah menutup ruang dialog publik atau mempersempit transparansi,” ujar Fikri.
Masyarakat kini menanti apakah kabar ini akan segera dikonfirmasi dalam reshuffle atau reorganisasi struktural yang disebut-sebut akan diumumkan pada pertengahan Mei 2025.
Sumber: SuaraNasional
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?