Ia menyebutkan bahwa koalisi ini bertujuan agar nantinya Capres-Cawapres tidak hanya terdiri dari dua pasang. Ia menginginkan agar Pilpres terdiri dari dua pasang atau lebih agar tidak terjadi pembelahan di masyrakat seperti Pilpres sebelumnya.
Indonesia, sebut Gus Jazil, baru saja bernafas lega dari badai Covid-19 selama dua tahun. Ia menekankan kondisi politik di tahun 2024 diharapkan lebih indah dan jauh dari perpecahan atau polarisasi masyarakat.
"Kalau memang hanya ada dua, kita desak biar satu Paslon ajalah. Daripada gontok-gontokan, mending satu saja selesai. Biaya politik lebih murah dan lebih cepat," terangnya.
Terakhir, koalisi dengan PKS akan menjadi tantangan tersendiri bagi PKB. Karena harus menjelaskan kepada konstituen bahwa PKS adalah partai tengah yang setia pada NKRI. Ia mengakui, hal itu akan cukup sulit dilakukan.
Sumber: populis.id
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri