Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) Aziz Yanuar merasa aneh dengan deklarasi tersebut karena nama organisasinya turut diseret-seret. Menurutnya sangat tidak masuk akal apabila organisasi yang baru saja berdiri sudah memiliki mantan simpatisan.
"Kalau FPI yang dimaksud Front Persaudaraan Islam lucu juga, lah baru berdiri namun sudah ada mantannya, aneh juga ya," kata Yanuar saat dikonfirmasi, Jumat (10/6/2022).
Sementara apabila yang dimaksud adalah FPI yang dipimpin Habib Rizieq Shihab, maka menurutnya hal tersebut sudah tidak pantas lagi untuk dibahas karena organisasinya sudah dibubarkan.
"Kalau yang dimaksud Front Pembela Islam maka tambah aneh, karena sudah bubar dan untuk apa ditanggapi," pungkasnya.
Sumber: populis.id
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?